Kemasan sering diperlakukan hanya sebagai desain promosi. Padahal, fungsi pertama kemasan adalah menjaga produk selama penyimpanan, pengiriman, dan penggunaan. Label di atasnya juga menjadi media informasi serta tanggung jawab produsen kepada konsumen.
Kebutuhan label berbeda menurut kategori produk. Artikel ini menggunakan pangan olahan sebagai contoh karena aturannya rinci, tetapi pelaku kosmetik, obat tradisional, tekstil, dan barang lain harus memeriksa ketentuan kategorinya masing-masing.
Mulai dari perlindungan produk
Pilih material berdasarkan sifat isi: sensitivitas terhadap udara, cahaya, kelembapan, suhu, benturan, dan kebocoran. Kemasan cantik tetapi mudah pecah atau tidak rapat akan menaikkan retur serta merusak kepercayaan pelanggan.
Lakukan uji sederhana berupa simulasi jatuh, tekanan saat ditumpuk, penyimpanan, dan pengiriman. Perubahan aroma, warna, tekstur, atau segel perlu dicatat sebelum produksi massal.
Label harus mudah dibaca dan tidak menyesatkan
Informasi utama perlu memiliki kontras dan ukuran huruf yang memadai. Untuk pangan olahan, aturan BPOM mencakup berbagai keterangan seperti nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, identitas pihak yang memproduksi, tanggal dan kode produksi, kedaluwarsa, nomor izin edar sesuai jalur, serta informasi lain yang diwajibkan.
Rincian penerapan bergantung pada produk dan luas permukaan label. Gunakan regulasi terbaru atau konsultasi resmi, bukan menyalin kemasan pesaing.
Klaim pemasaran harus dapat dipertanggungjawabkan
Kata-kata seperti paling sehat, menyembuhkan, bebas zat tertentu, atau klaim gizi tidak boleh digunakan sembarangan. Klaim harus sesuai kategori, komposisi, bukti, dan aturan. Desain yang bagus tidak dapat menggantikan informasi yang benar.
Perhatikan pula penggunaan logo halal, nomor izin, sertifikasi, dan simbol daur ulang. Jangan mencantumkan status yang belum dimiliki.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mencetak ribuan kemasan sebelum izin dan label diverifikasi.
- Teks penting terlalu kecil atau tertutup lipatan.
- Berat bersih tidak sesuai isi aktual.
- Komposisi, klaim, dan materi promosi tidak konsisten.
- Kemasan terlalu besar sehingga ongkir membengkak.
- Tidak menyediakan area kode produksi dan kedaluwarsa.
- Material menarik tetapi tidak cocok dengan produk.
Alur kerja sebelum cetak
- Tetapkan kategori serta jalur izin produk.
- Susun seluruh informasi wajib.
- Buat prototipe ukuran sebenarnya.
- Uji keterbacaan, ketahanan, penyimpanan, dan pengiriman.
- Verifikasi regulasi serta nomor yang dicantumkan.
- Cetak dalam jumlah uji terlebih dahulu.
- Simpan versi desain dan catatan perubahannya.
Kemasan yang efektif bukan selalu yang paling mahal. Ukuran yang tepat, informasi jelas, dan material sesuai sering memberi nilai lebih besar daripada ornamen berlebihan.
Sebelum menyetujui desain akhir, minta orang yang tidak terlibat produksi menemukan nama produk, varian, isi bersih, komposisi, cara simpan, identitas produsen, izin, dan kedaluwarsa. Jika informasi penting sulit ditemukan dalam beberapa detik, hierarki label perlu diperbaiki.
Baca juga di Ruang Aktual
- NIB, SPP-IRT, BPOM, dan Sertifikat Halal: Panduan Legalitas Dasar UMKM
- Mengapa Produk Lokal Semakin Diminati Konsumen Indonesia?
Sumber dan rujukan
- Istana UMKM BPOM: Panduan label pangan sesuai aturan
- JDIH BPK: Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018
- JDIH BPK: Perubahan label pangan melalui Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2024
- BPOM: Contoh label pangan olahan
Artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri dan ditinjau secara editorial. Informasi regulasi dan layanan dapat berubah; periksa kembali situs lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.