Paylater atau buy now pay later membuat transaksi dapat diselesaikan sebelum seluruh harga dibayar. Kemudahan ini berguna jika dipakai secara terencana, tetapi dapat mengaburkan total kewajiban karena cicilan terlihat kecil ketika ditampilkan per bulan.
OJK telah menerbitkan POJK Nomor 32 Tahun 2025 untuk memperkuat pengaturan BNPL. Dari sisi konsumen, keputusan tetap perlu dimulai dengan membaca biaya, manfaat, risiko, hak, dan kewajiban sebelum menyetujui kontrak.
Hitung total, bukan hanya cicilan bulanan
Gunakan rumus sederhana: total kewajiban adalah uang muka ditambah seluruh cicilan, bunga, biaya layanan, biaya administrasi, dan biaya lain yang tercantum. Bandingkan hasilnya dengan harga tunai.
Sebagai ilustrasi, barang Rp1.000.000 dengan enam cicilan Rp190.000 menghasilkan pembayaran Rp1.140.000 sebelum biaya tambahan lain. Selisih Rp140.000 adalah biaya yang perlu dinilai, bukan diabaikan karena cicilan bulanan terlihat terjangkau.
Uji kemampuan bayar dengan pendapatan nyata
Masukkan seluruh cicilan aktif, bukan hanya transaksi baru. Gunakan pendapatan bersih yang benar-benar diterima dan jangan mengandalkan bonus yang belum pasti. Setelah cicilan, rumah tangga tetap harus mampu membayar kebutuhan pokok, tagihan, dana darurat, dan kewajiban lain.
Jika pembelian baru hanya dapat dibayar dengan membuka limit berikutnya, pola tersebut menunjukkan masalah arus kas. Menunda pembelian sering lebih murah daripada menggulung kewajiban.
Risiko muncul ketika banyak cicilan bertumpuk
- Tanggal jatuh tempo berbeda dan mudah terlewat.
- Denda dapat memperbesar total kewajiban.
- Limit yang tersedia dapat mendorong pembelian impulsif.
- Pengembalian barang tidak selalu langsung membatalkan tagihan.
- Keterlambatan dapat memengaruhi penilaian penyelenggara terhadap pengguna.
Satu cicilan kecil mungkin terasa ringan, tetapi lima cicilan kecil dapat menyita bagian besar dari pendapatan. Buat satu daftar terpusat berisi nominal, jatuh tempo, dan sisa periode.
Pertanyaan sebelum menggunakan paylater
- Apakah barang ini kebutuhan atau keinginan?
- Berapa harga tunai dan total harga setelah biaya?
- Apakah cicilan tetap aman jika pendapatan turun?
- Bagaimana aturan denda, pelunasan awal, pembatalan, dan pengembalian dana?
- Apakah penyelenggara memiliki izin dan kanal pengaduan yang jelas?
Jika jawaban belum jelas, jangan menyetujui transaksi. Waktu promosi yang singkat tidak menghilangkan kewajiban membaca kontrak.
Gunakan untuk fungsi, bukan mengejar limit
Paylater paling masuk akal ketika manfaat barang jelas, total biaya dipahami, dan uang pembayaran sudah memiliki sumber yang pasti. Menjadikan limit sebagai ukuran kemampuan belanja adalah kekeliruan karena limit berasal dari kredit, bukan tabungan.
Buat simulasi skenario buruk: pendapatan terlambat, pengeluaran kesehatan muncul, atau barang harus dikembalikan. Jika satu kejadian kecil langsung membuat cicilan tidak terbayar, pembelian tersebut belum memiliki ruang aman. Konsumen juga perlu menyimpan kontrak, jadwal pembayaran, dan bukti pelunasan, bukan hanya mengandalkan notifikasi aplikasi.
Baca juga di Ruang Aktual
Sumber dan rujukan
- OJK: Aturan penyelenggaraan Buy Now Pay Later
- OJK: POJK 22 Tahun 2023 tentang pelindungan konsumen
- OJK: Literasi keuangan dan risiko doom spending
Artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri dan ditinjau secara editorial. Informasi regulasi dan layanan dapat berubah; periksa kembali situs lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.